Sabtu, 22 Juni 2013

perhitungan biaya kandang puyuh



LAPORAN KEGIATAN PRAKTIKUM
(perhitungan pembuatan kandang)



Mata Kuliah : Managemen ternak
                                                                                                      

Disusun oleh:

ANITA FIBRIYANTI                                   (C31121038)

Dosen pembimbing
Marjuki


PUSAT LABORATORIUM BIOSAIN
POLITEKNIK NEGERI JEMBER
2013


Hasil pengukurn kandang puyuh
·         Dinding bawah           = 20cm
·         Panjang sirap               =1m
·         Lebar kandang            =3m
·         Tinggi                          =4m
·         Panjang                       =6m
·         Panjng lantai bawah    =8m
·         Kawat ram2an smping =6m

Perhitungan


·         Bata  1000
Rp       400,000
·         Semen 20 sak
Rp    1,000,000
·         Pasir 3 truk
Rp    1,200,000
·         Sirap 1m 7buah
Rp             245,000
·         Reng 2m 7ikat
Rp       105,000
·         Osok 2m 5 gbik
Rp         8,750,000
·         Babu 20 batang
Rp             300,000
·         Batu 1 truk
Rp       250,000
·         Genteng 1500
Rp       750,000
·         Kawat 3 rol
Rp       330,000
·         Lampu 24w 2
Rp       100,000
·         Kabel 50m
Rp       125,000
·         Paku cmpur 7 kg
Rp               84,000
·         Paralon 2dim 10 biji
Rp             300,000
·         Tukang 2 (1 bln)
Rp         2,400,000
·         Kuli 2 (1bln)
Rp    1,800,000
total
Rp       18,139,000

Jadi total biaya keseluruhan untuk pembuatan kandang yaitu Rp 18.139.000
 

laporan filtrip



LAPORAN
Kunjungan Ke Pasar Hewan
GLENMORE

Oleh :
ANITA FIBRIYANTI
Produksi Ternak
C31121038


BAB I
PENDAHULUAN
1.      LATAR BELAKANG
Ternak merupakan unsur yang penting dalam menghasilkan SDM yang berkualitas, karena pangan selain arti biologis juga mempunyai arti ekonomis. Implikasinya adalah bahwa penyediaan distribusi dan konsumsi pangan dengan jumlah, keadaan dan mutu gizi harus benar-benar terjamin sehingga dapat memenuhi kebutuhan seluruh lapisan masyarakat sesuai dengan pola makan dan tercapainya kondisi hidup yang sehat,sehingga kebutuhan protein hewani sangat di perlukan oleh manusia.
Jurusan Produksi Ternak Politehnik Negeri Jember merupakan Institusi Pendidikan yang berada dibawah Departemen Peternakan Republik Indonesia, yang bertujuan untuk menghasilkan tenaga Ahli dalam bidang peternakan yang Profesional pada bidangnya, dalam kurikulum pendidikan pada jurusan Produksi Ternak, mahasisiwa diwajibkan mengambil mata kuliah Ilmu Tilik Ternak semester 1 melalui mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu mengetahui cara penentuan mutu  dari hewan ternak.
2. TUJUAN
bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui perbedaan antara kualitas sapi yang satu dengan sapi yang lain. mengetahui kondisi fisiologi ternak dan lingkungan, judging.
3.PESERTA
Kegiatan kunjungan ini diikuti oleh 57 orang mahasiswa, 3 orang staf pengajar, 2 orng teknisi jurusan Produksi ternak.
4. WAKTU DAN LOKASI
Waktu dan lokasi kunjungan adalah: Pasar hewan Glenmore pada hari jum’at tanggal 11 Januari 2013.
5. KEGIATAN
Untuk pencapaian tujuan tersebut maka dilakukan kegiatan:
1)            Wawancara dengan peternak
2)             Peninjauan Lapangan
3)            Diskusi Hasil wawancara
4)             Pembuatan Laporan Kunjungan

BAB II
HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL WAWANCARA DENGAN PETERNAK
·          Kegiatan dengan Juru Taksir
a.       Nama  : SUPANGAT
b.      Umur  : 53 tahun
c.       Pengalaman kerja: 19 tahun menjadi juru taksir atau blantik sapi
d.      Jumlah Aanak Buah : 4 Orang
e.       Kapasitas (ekor) : 10 ekor
f.       Jenis ternak : sapi
g.      Transaksi hari ini : 12 Ekor Sapi
h.      Bagian tebuh yang menjadi standart penilaian :
1)      Kepala
2)      Punggung
3)      Pinggang
4)      Pinggul panjang dan lebar
5)      Kaki dan kuku

Jenis ternak
Bangsa ternak
Perkiraan berat hidup (kg)
Perkiraan berat karkas (kg)
Perkiraan berat daging (kg)
Harga beli ke peternak
Harga jual kepembeli
Sapi
limousin
450 kg

300 kg
13,5 jt
15 jt

limousin
350 kg
145 kg
265 kg
8,5 jt
12,5 jt

simental
425 kg

215 kg
12 jt
14 jt





PEMBAHASAN
Judging adalah penilaian tingkatan ternak dengan beberapa karakteristik penting untuk tujuan tertentu secara subjektif. Judging terdiri atas tiga langkah yaitu, penilaian melalui kecermatan pandangan (visual), penilaian melalui kecermatan perabaan (palpasi), dan penilaian melalui pengukuran tubuh.
Ternak yang sehat dapat dipilih dengan melakukan penilaian melalui pandangan dari samping, belakang, dan depan ternak tersebut. Untuk mengetahui ternak dalam kondisi sehat, perlu diketahui karakteristik ternak yang sehat. Karakteristik tersebut meliputi, keadaan mata dan kulitnya normal, pergerakannya tidak kaku, tingkah laku dan nafsu makan normal, pengeluaran kotoran (feces) dan urine tidak sulit, tidak ada gangguan dalam berjalan dan berdiri, serta memiliki respirasi dan sirkulasi darah yang normal.
Selanjutnya, penilaian dapat dilakukan dengan pengamatan tulang-tulang rusuk (ribs) untuk memilih ternak yang gemuk. Ternak kurus tidak selalu dalam keadaan sakit, tetapi ternak yang gemuk menandakan produksi daging yang optimal. Pada hewan sapi, terdapat 13 tulang rusuk. Semakin sedikit tulang rusuk yang membayang di balik kulit, ternak tersebut semakin gemuk. Hal ini terjadi karena tulang rusuk tertutup oleh perdagingan dan lemak.
Kegemukan ternak (
hewan ternak ruminansia) dapat diketahui dengan meraba perkembangan otot di antara tulang processus spinosus (tulang belakang) dan processus transversus (tulang rusuk rudimenter). Pada ternak yang gemuk, processus transversus tidakdapat teraba oleh tangan dan terasa sekali perlemakan yang tebal di balik kulit.
Pada dasarnya para juru taksir (blantik) memiliki kemampuan judjing ternak yang sangat baik, hal tsb tidak meraka peroleh dari pendidikan formal atau sebagainya, melainkan dari pengalaman mereka dalam dunia ternak. Atau bisa di katakana secara otodidak.
Mereka dapat menilai kualitas ternah hanya dengan melihat atau memegang ternak tersb, tidak jarang pula ada juru taksir yg mengulur ulur atau mencubit ternak sebagai proses judging itu sendiri.


BAB III
KESIMPULAN
  1. A. Kesimpulan
Dari hasil dan pembahasan yang telah disampaikan di atas dapat dimpulan yaitu:
Pasar hewan Glenmore mempunyai letak yang sangat strategis dan mudah dijangkau oleh masyarakat untuk menjual hasil ternaknya. Hasil ternak yang baik dapat di amati dengan cara hewan ternak tidak cacat,tidak sakit,produksi karkas tinggi. Dalam prakteknya bentuk tubuh,dan ukuran tubuh biasanya diamati dengan cara subjektif(kasat mata), sedangkan untuk berat badan biasanya diamati secara objektif atau menggunakan timbangan, bisaasanya juga pedagang mengira-ngira bobot badan ternaknya.