1. ONGGOK
Onggok merupakan hasil samping dari
pembuatan tapioka ubikayu. Karena kandungan proteinnya rendah (kurang dari 5%),
limbah tersebut belum dimanfaatkan orang. Namun dengan teknik fermentasi,
kandungan proteinnya dapat ditingkatkan. Sehingga onggokyang terfermentasi,
dapat digunakan sebagai bahan baku pakan unggas. Ketersediaan onggok terus
meningkat sejalan dengan meningkatnya produksi tapioka.Hal ini diindikasikan
dengan semakin meluasnya areal penanaman dan produksi ubikayu. Salah satu
teknologi altematif untuk dapat memanfaatkan onggok sebagai bahan baku pakan
ternak adalah dengan cara mengubahnya menjadi produk yang berkualitas, yaitu
melalui proses fermentasi
Karakteristik Onggok
·
Warna :
putih tulang
·
Bau :
·
Tekstur :halus
agak kasar
·
Sebaga sumber energi
2.
KULIT KOPI
Salah satu kendala pemanfaatan kulit kopi sebagai
pakan ternak adalah kandungan serat kasarnya yang tinggi (33,14%) sehingga
tingkat kecernaannya sangat rendah. Tingkat kecernaan kulit kopi bisa dinaikkan
dengan proses amoniasi yang juga dapat mendongkrak kadar protein dan
menghilangkan aflatoksin. Hasil
uji laboratorium Santori menunjukkan, limbah kopi mengandung 45% serat dan
cocok menjadi bahan baku pakan ternak. Limbah kulit kopi menyimpan pula protein
kasar 10,4% atau setara bekatul. Sedangkan kandungan energi metabolisnya 3.356
kkal per kg.
Karakteristik kulit kopi
·
Warna :coklat
tua
·
Bau :kopi
·
Tekstur :kasar
·
Sebagai sumber
3.
BUNGKIL KELAPA SAWIT
Bungkil kelapa sawit merupakan hasil ikutan pada
proses pemisahan minyak inti sawit yang
diperoleh secara kimiawi (ekstraksi) atau dengan proses fisik (expeller). (BIS) mengandung kadar protein yang
cukup tinggi yaitu sekitar
15,73-17,19% (Chong et al., 1998).
Karakteristik bungkil kelapa sawit
·
Warna :coklat
tanah
·
Bau :
·
Tekstur :kasar
berbutir
·
Sebagai sumber protein nabati
4.
BIJI JAGUNG
Jagung merupakan tanaman semusim
dengan siklus hidup 80-150 hari. Pada umumnya tinggi tanaman jagung mencapai
1-3m bahkan ada yang mencapai 6m. jagung meerupakan energi utama bagi ternak
karena kandungan pati jagung lebih dari 60-80% dan mudah dicerna karena
kandungan serat kasar relatif rendah. Pati jagung berbentuk amilosa
amilopektin. Jagung mengandung xantofil yang berguna untuk meningkatkan
kepekatan warna kuning pada kaki ayam dan kuning telur. Kandungan lemak jagung
lebih tinggi 3% disbanding sorgum, gandum, gaplek dan beras. Protein pada
jagung hanya 8,5%.
- Kalori
: 355 kal
-
Protein
: 9,2 gr
-
Lemak
: 3.9 gr
-
Karbohidrat : 73,7
gr
-
Kalsium
: 10 mg
-
Posfor
: 256 mg
-
Besi
: 2,4 mg
-
Vitamin A
: 510 SI
-
Vitamin B1 :
0,38 mg
-
Air
: 12 gr
Karakteristik biji jagung
·
Warna :orange
·
Bau :jagung
·
Tekstur :butiran
·
Sebagai sumber energy
5.
BEKATUL
Dedak padi berasal dari sisa
penggelingan padi. Komposisi kimia dari dedak padi adalah sebagai berikut :
-
Air
: 10%
– serat
kasar
: 10%
-
protein kasar : 7,5%
– lemak
: 2,25%
-
abu
: 7,5%
Dalam ransum dedak digunakan
sebesar 15% pada ayam petelur, pada fase starter digunakan sebanyak 20%, untuk
ayam broiler 5-20%. Maksimal pemberian dedak pada ransum adalah sebesar 20 %
karena dedak padi bersifat pencahar.
Karakteristik
·
Warna :coklat
·
Bau :apek
·
Tekstur :halus
·
Sebagai sumber energy
6.
TEPUNG IKAN
Tepung
ikan adalah sumber protein yang sangat baik untuk unggas, karena mengandung
asam-asam amino essensial yang cukup untuk kebutuhan ayam dan sumber dari lisin
dan metionin, tepung ikan yang tidak rusak karena pengolahan mengandung energi
metabolis yang cukup tinggi dibanding dengan bahan-bahan makanan lainnya yang
digunakan dalam ransum unggas (Wahyu, 1992). Penggunaan dalam komposisi
pakan ternak unggas mencapai 15%-20% (Murtidjo, 1991). Susunan zat-zat makanan
dapat diperhitungkan sebagai berikut: 12% air; 53,3% protein; 4,3% BETN; 1%
serat kasar; 8,4% lemak; 20,9 % abu, kadar protein dapat dicerna 43,2% dan
martabat patinya 61% (Soetisno, 1979).
Karakteristik
·
Bau :amis
·
Warna :coklat
tua
·
Tekstur :kasar
·
Sebagai sumber protein hewani
7.
TEPUNG JAGUNG
Tepung
Jagung Kuning adalah bahan makanan yang biasa
dikonsumsi oleh manusia tetapi juga bisa buat pakan ternak, Tepung Jagung
Kuning mengandung energi sebesar 355 kilokalori, protein 9,2 gram, karbohidrat
73,7 gram, lemak 3,9 gram, kalsium 10 miligram, fosfor 256 miligram, dan zat
besi 2 miligram. Selain itu di dalam Tepung Jagung Kuning juga terkandung
vitamin A sebanyak 510 IU, vitamin B1 0,38 miligram dan vitamin C 0
miligram. Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100
gram Tepung Jagung Kuning, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 100 %.
Karakteristik
·
Warna :kuning
pucat
·
Bau :jagung
·
Tekstur :kasar
·
Sebagai sumber energy
8.
BUNGKIL KEDELAI
Bungkil
kedelai merupakan limbah dari industri minyak biji kedelai. Bulk density
bungkil kedelai yang baik adalah 594,1-610,2 g/l. Kandungan protein bungkil
kedele yang diperoleh secara mekanik adalah 41% dan mempunyai kandungan lemak
4,8%. Sedangkan yang diperoleh dengan pelarutan mempunyai kandungan lemak
sebesar 1,32%. Bungkil kedelai agak rendah mengandung kalsium (0,27%).
Kandungan phospor lebih rendah dibandingkan dengan bungkil biji kapas yaitu
rata-rata 0,63%. Seperti biji kedelai, bungkil kedelai tidak menyediakan
karoten dan vitamin D. Bungkil kedelai tidak kaya riboflavin tetapi
kandungannya lebih tinggi dibandingkan dengan jagung dan butiran lainnya.
Kandungan niacin tidak tinggi, kandungan thiamin bungkil kedelai sama dengan
butiran lainnya.
Karakteristik
·
Warna :coklat
muda
·
Bau :
·
Tekstur :kasar
·
Sebagai sumber protein nabati
9.
TEPUNG BATU
Grift
merupakan campuran dari berbagai bahan yang terbilang keras, seperti batu
granit, batu kali, kapur, kulit kerang, dan sebagainya. Semua bahan ini
diremukkan dengan cara tertentu sehingga masih bisa dicerna oleh ayam. Fungsi
dalam penyusunan dalam ransum sebenarnya lebih kepada membantu pencernaan saja.
Selain diberikan sebagai bahan penyusun ransum, grift juga bisa diberikan
secara tersendiri.
Karakteristik
·
Bau :kapur
·
Warna :putih
tulang
·
Tekstur :halus
·
Sebagai sumber mineral
10.
GRANTEK
merupakan
hasil ikutan beras yang telah mengalami proses (Murtidjo, 1991). Dedak
merupakan limbah dalam proses pengolahan gabah menjadi beras yang mengandung
“bagian luar” beras yang tidak terbawa, tetapi bercampur pula dengan bagian
penutup beras itu. Hal inilah yang mempengaruhi tinggi atau rendahnya kandungan
serat kasar dedak. Berdasarkan mutu dedak padi, dapat dibagi dalam tiga kelas
yaitu dedak kasar, dedak lunteh (halus) dan bekatul (Anggorodi, 1994).
Kandungan nutrisi dedak adalah PK 12%, lemak 13%, serat kasar 12%, abu 10,1%, 41,9% BETN (Hartadi, 1993). Dedak kasar ini sebenarnya terdiri atas pecahan-pecahan kulit gabah yang masih tercampur dengan sedikit bahan yang berasal dari berasnya sendiridan berwarna kuning cerah. Dedak kasar yang sungguh-sungguh kering mengandung rata-rata 10,6% air; 4,1% protein; 32,4% BETN; 35,3% serat kasar; 1,6% lemak; 16% abu, kadar protein dapat dicerna 2,8% dan martabat patinya 19% (Soetisno, 1979).
Kandungan nutrisi dedak adalah PK 12%, lemak 13%, serat kasar 12%, abu 10,1%, 41,9% BETN (Hartadi, 1993). Dedak kasar ini sebenarnya terdiri atas pecahan-pecahan kulit gabah yang masih tercampur dengan sedikit bahan yang berasal dari berasnya sendiridan berwarna kuning cerah. Dedak kasar yang sungguh-sungguh kering mengandung rata-rata 10,6% air; 4,1% protein; 32,4% BETN; 35,3% serat kasar; 1,6% lemak; 16% abu, kadar protein dapat dicerna 2,8% dan martabat patinya 19% (Soetisno, 1979).
Karakteristik
·
Bau :apek
·
Warna :coklat
agak putih
·
Tekstur :kasar
·
Sebagai sumber energy
11.
TETES TEBU
Tetes
adalah bahan pakan yang tergolong dalam kelas sumber energi. Tetes berbentuk
cair, berwarna hitam, bau seperti kecap, rasa manis dan memiliki zat
antinutrisi berupa mimosin. Penggunan dalam penyusunan pakan ternak terbatas
sekitar 5% dari komposisi pakan. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Rasyaf
(1994) yang menyatakan bahwa bila terlalu banyak pemakaiannnya akan menyebabkan
feses (kotoran) ternak ungaas menjadi basah. Kadar protein indeks rendah, tapi
cukup potensial sebagai sumber energi.
Karakteris
·
Bau :kecut
·
Warna :coklat
kehitaman
·
Tekstur :cair
·
Sebagai sumber energy
12.
GARAM
Garam
digunakan sebagai sumber Na dan Cl. Penggunaanya dalam pakan maksimal 0,25%.
Jika kelebihan dapat mengakibatkan proses ekskresi atau pengeluaran feses meningkat
(Yaman, 2010).
Karakteristik
·
Bau :amis
·
Warna :putih
·
Tekstur :kasar
·
Sebagai sumber mineral
13.
KULIT IDAMAME
Limbah tanaman kedelai dan kulit kedelai inilah
yang dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak. Kulit kedelai edamame selain
mengandung protein kasar yang cukup baik yaitu 11%, sehingga masih memiliki
peluang untuk dikembangkan menjadi bahan olahan yang dapat digunakan untuk
bahan pakan ternak. Namun adanya kandungan serat kasar yang tinggi di dalam
kulit kedelai edamame ini akan menghambat produksi pada puyuh petelur mengingat
bahwa puyuh merupakan ternak unggas yang memiliki system pencernaan monogastrik
(lambung tunggal). Oleh sebab itu perlu dilakukannya penurunan kandungan serat
kasar dengan cara fermentasi menggunakan Aspergillus Niger.
Karakteristik
·
Warna :coklat
·
Bau :apek
·
Tekstur :kasar
·
Sebaga sember energy
14.
BIOMIX MINERAL
adalah
supplemen vitamin, mineral, asam amino dan antibiotik atau pengobatan dari
keempatnya. Penggunaan topmix mutlak diperlukan jika kandungan nutrisi tersebut
dalam pakan tidak lengkap atau tidak mencukupi. Hal tersebut sesuai denagn
pendapat Tillman et al (1991) bahwa topmix mengandung komposisi vitamin asm
amino, mineral dan pemicu pertumbuhan.
Artikel nya bagus. .dan sangat membantu
BalasHapus