PENDAHULUAN
A.
Latar
belakang
Pencernaan adalah
sebuah proses metabolisme di mana suatu makhluk hidup memproses sebuah zat,
dalam rangka untuk mengubah secara kimia atau mekanik sesuatu zat menjadi
nutrisi. Pencernaan terjadi pada organisme multi sel, sel, dan tingkat sub-sel,
biasanya pada hewan.
Sistem pencernaan (bahasa Inggris: digestive system)
adalah sistem organ dalam hewan multisel yang menerima makanan, mencernanya menjadi energi dan nutrien, serta mengeluarkan sisa proses tersebut
melalui dubur. Sistem pencernaan antara satu hewan dengan yang lainnya bisa
sangat jauh berbeda.
Pada dasarnya sistem pencernaan makanan dalam tubuh manusia
terjadi di sepanjang saluran pencernaan (bahasa Inggris:
gastrointestinal tract) dan dibagi menjadi 3 bagian, yaitu proses
penghancuran makanan yang terjadi dalam mulut hingga lambung. Selanjutnya
adalah proses penyerapan sari-sari makanan yang terjadi di dalam usus. Kemudian
proses pengeluaran sisa - sisa makanan melalui anus.
Struktur alat pencernaan berbeda-beda dalam berbagai jenis
hewan, tergantung pada tinggi rendahnya tingkat organisasi sel hewan tersebut
serta jenis makanannya. pada hewan invertebrata alat pencernaan makanan umumnya
masih sederhana, dilakukan secara fagositosis dan secara intrasel, sedangkan
pada hewan-hewan vertebrata sudah memiliki alat pencernaan yang sempurna yang
dilakukan secara ekstrase. Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk
mengamati macam-macam sistem pencernaan pada kelas pisces, amfibi, aves,
mamalia.
B.
Tujuan
1. Untuk menghitung daya cerna dari
BR-1,jagung,bungkil kedelai,dan bekatul
2. Untuk memilih pakan yang berkualitas
tinggi berdasarkan daya cerna
3. Untuk suatu percobaan mengenai daya
cerna
MATERI
DAN METODE
A. Tempat dan Waktu Praktikum
Pratikum dilaksanakan
di pusat laboratorium pakan Politeknik Negeri Jember pada hari kamis tanggal 23 Mei 2013 sampai selesai
B. Bahan dan Alat
·
Bahan
ü 5
ekor ayam pedaging
ü Pakan:jagung,
BR-1, bungkil kedelai, bekatul
·
Alat
ü Kandang ayam
ü Timbangan feses
dan pakan
ü Kantong
penampung feses
ü Solet untuk
mengambil feses
ü Kantung plastic
C. Pelaksanaan Praktikum
1. Hari
pertama siapkan ayam sebanyak 25 ekor, setiap kelompok memiliki ayam 5 ekor.
Ayam hari pertama sampai hari ke 4 di beri makan ± 100 g dan air minum.
2. Hari
ke 5 ayam di puasakan makan sampai 2 hari sedangkan ayam yang 5 selain dari
msing-masing kelompok dipuasakan makan selama 3 hari. Setelah ayam puasa 2
hari, hari ke 7 ayam diberi makan dengan msing-masing bahan yang telah di
tentukan. Pemberian makan sebanyak 50 grm/ekor.
3. Hari
ke 8 masing kelompok mengambil feses ayam yang telah diberi makan dengan bahan
yang berbeda-beda sebnyak 5 ekor di masukkan ke dalam kantong penampung feses
untuk di oven. Untuk ayam yang puasa selama 3 hari hanya di ambil indogenusnya
saja.
Hasil Praktikum
ü Kelompok 1
No
|
Basah
|
Kering
|
1
|
12,2
|
3,2
|
2
|
12,8
|
2,9
|
Basah
= (12,2
+ 12,8 - 2.2): 2 = 11,4
Kering
= (3,2
+ 2,9 – 2,2): 2 = 1,95
Kering
BK = ---------- x 100%
Basah
1,95
= ------
x 100%
11,4
= 17,11%
Bahan
|
Cawan
|
Sampel
|
Oven
|
BR-1
|
12,3283
|
1,7931
|
14,0419
|
(
oven – cawan )
BK = --------------------- x 100%
Sampel
( 14,0419 -
12,3283 )
= ------------------------- x 100%
1,7931
1,7136
= ------------------------- x 100%
1,7931
= 95,5 %
I
- F
KCBK
= ------ X 100%
I
( 50 x 95,5) – (11,4
x 17,11)
= ---------------------------------- x 100%
(50 x 95,5)
= 95,92 %
ü Kelompok 2
No
|
Basah
|
Kering
|
1
|
10,8
|
2,2
|
2
|
9,8
|
2,0
|
3
|
10,8
|
2,7
|
Basah
= (10,8
+ 9,8 + 10,8 - 3,3): 3 = 9,36
Kering
= (2,2
+ 2,0 + 2,7 – 3,3): 3 = 1,2
Kering
BK = ---------- x 100%
Basah
1,2
= ------
x 100%
9,36
= 12,81
%
Bahan
|
Cawan
|
Sampel
|
Oven
|
Jagung
|
11,9650
|
1,5393
|
13,4227
|
(
oven – cawan )
BK = --------------------- x 100%
Sampel
(13,4227-11,9650)
= ------------------------- x 100%
1,5393
1,4577
= ------------------------- x 100%
1,5393
= 94,69 %
I
- F
KCBK
= ------ X 100%
I
( 50 x 94,69) – (9,36
x 12,81)
= ---------------------------------- x 100%
(50 x 94,69)
= 99,09 %
ü Kelompok 3
No
|
Basah
|
Kering
|
1
|
67,9
|
7,7
|
2
|
67,7
|
7,9
|
Basah
= (67,9
+ 67,7 - 2.2): 2 = 66,7
Kering
= (7,7
+ 7,9 – 2,2): 2 = 6,7
Kering
BK = ---------- x 100%
Basah
6,7
= ------
x 100%
66,7
= 10,04
%
Bahan
|
Cawan
|
Sampel
|
Oven
|
BKK
|
12,1847
|
1,9867
|
14,0487
|
(
oven – cawan )
BK = --------------------- x 100%
Sampel
(14,0487 -
12,1847)
= ------------------------- x 100%
1,9867
1,867
= ------------------------- x 100%
1,9867
= 93,9
%
I
- F
KCBK
= ------ X 100%
I
( 50 x 93,9) –
(66,7 x 10,04)
= ---------------------------------- x 100%
(50 x 93,9)
= 85,75 %
ü Kelompok 4
No
|
Basah
|
Kering
|
1
|
22,0
|
6,1
|
2
|
25,2
|
6,8
|
Basah
= (22,0
+ 25,2 - 2.2): 2 = 22,5
Kering
= (6,1
+ 6,8 – 2,2): 2 = 5,35
Kering
BK = ---------- x 100%
Basah
5,35
= ------
x 100%
22,5
= 23,77
%
Bahan
|
Cawan
|
Sampel
|
Oven
|
BKK
|
12,1806
|
1,5094
|
13,6100
|
(
oven – cawan )
BK = --------------------- x 100%
Sampel
(13,6100 –
12,1806)
= ------------------------- x 100%
1,5094
1,4294
= ------------------------- x 100%
1,5094
= 94,69
%
I
- F
KCBK
= ------ X 100%
I
( 50 x 94,69) –
(22,5 x 23,77)
= ---------------------------------- x 100%
(50 x 94,69)
= 88,70 %
Hasil
perhitungan feses
No
|
Basah
|
Kering
|
BK%
|
B1.1
|
12,2
|
3,2
|
17,11
|
2
|
12,8
|
2,9
|
|
Ʃ
|
11,4
|
1,95
|
|
B2.1
|
10,8
|
2,2
|
12,81
|
2
|
9,8
|
2,0
|
|
3
|
10,8
|
2,7
|
|
Ʃ
|
9.36
|
1,2
|
|
B3.1
|
67,9
|
7,7
|
10,04
|
2
|
67,7
|
7,9
|
|
Ʃ
|
66,7
|
6,7
|
|
B4.1
|
22,0
|
6,1
|
23,77
|
2
|
25,2
|
6,8
|
|
Ʃ
|
22,5
|
5,35
|
Hasil
perhitungan sampel bahan pakan
Bahan
|
Cawan
|
Sampel
|
Oven
|
BK %
|
KCBK %
|
BR-1
|
12,3283
|
1,7931
|
14,0419
|
95,5
|
95,92
|
Jagung
|
11,9650
|
1,5393
|
13,4227
|
94,69
|
99,09
|
BKK
|
12,1847
|
1,9865
|
14,0487
|
93,9
|
85,75
|
Bekatul
|
12,1806
|
1,5094
|
13,6100
|
94,69
|
88,70
|
Pembahasan
Bahan pakan adalah suatu bahan yang dimakan oleh
ternak yang mengandung energi dan zat-zat gizi di dalam bahan pakan (Hartadi,
1993). Bahan makanan adalah bahan yang dapat dimakan, dan digunakan oleh hewan
untuk pertumbuhan, produksi dan hidup pokok ternak (Tillman et al.,
1991). Kebutuhan ternak akan pakan dicerminkan oleh kebutuhannya terhadap
nutrisi. Jumlah nutrisi setiap harinya sangat tergantung pada jenis ternak,
umur, fase pertumbuhan (dewasa, bunting dan menyusui), kondisi tubuh, dan
lingkungan tempat hidupya, serta bobot badannya (Tomas, 1993).
Jagung
Bahan ini “diharuskan” untuk
digunakan pada ransum unggas komersial pada umumnya. Merupakan biji-bijian
sumber energi dengan kadar protein yang rendah (lisin dan tritophan), rendah
serat kasar dan mengandung energi yang tinggi; juga merupakan sumber Xantophil,
provit-A, asam lemak. Kandungan PK 9,8%; rendahnya kualitas protein karena
adanya “zein” (50% dari seluruh protein jagung) yang bersifat larut dalam alcohol.
Bungkil Kedele
Merupakan bahan baku dengan kandungan
protein yang tinggi (43–51 %). Mempunyai pembatas nutrisi berupa rendahnya
kandungan lisin dan metionin. Bahan ini lebih banyak digunakan pada ternak
unggas dan babi.
Bekatul
Bekatul,
diperoleh dari penumbukan atau penggilingan terakhir; merupakan bagian
endosperm; selaput dan lembaga; kandungan PK mencapai 12 % dengan serat kasar ±
5%; mudah tengik; tidak mengandung kulit gabah.
Jagung
dalam praktikum mempunyai nilai yang sangat tinggi untuk daya cernanya di
bandingkan dengan bahan-bahan yang lain meskipun BR-1 yang pakan jadi dari
pabrik, karena jagung memiliki serat kasar yang rendah dan energy yang tinggi.
Untuk BR-1 daya cernanya juga tinggi tetapi lebih tinggi jagung karena BR-1
memiliki serat kasar di atas jagung dan energinya sangat rendah begitu juga
dengan bekatul dan bungkil kedelai meskipun bungkil kedelai memeiliki protein
sangat tinggi tetepi energinya sangat rendah di bawah bekatul
Kesimpulan
Dari
hasil praktikum dapat disimpulkan bahwa jagung memiliki daya cerna yang tinggi yaitu
99,9%, untuk BR-1 95,92%, bekatul 88,70%, dan bungkil kedelai 85,75%. Dan dapat
mengetahui
bahan pakan ternak yang kualitasnya baik atau bagus untuk pakan ternak non
ruminansia. Pakan yang baik tidak tergantung pada kandungan nutrisi pada pakan
yang tinggi, tetapi dilihat oleh kandungan yang dibutuhkan oleh tubuh ternakt ersebut.
kurang jelas mengenai perhitungannya, jagung 99,9% daya cernanya dilihat dari mana ya?
BalasHapus