Tanaman
rumput-rumputan
Rumput
(Gramineae)
Rumput
merupakan hijauan pakan yang memiliki ciri perakaran serabut, bentuk dan dasar
sederhana, perakaraan silindris, menyatu dengan batang, lembar daun terbentuk
pada pelepah yang muncul pada buku-buku (nodus) dan melingkari batang. Akar
utama rumput terbentuk sesudah perkecambahan dan selama pertumbuhan tanaman
muda (seedling). Akar sekunder berbentuk padat di bawah permukaan tanah dekat
dengan batang dasar.
Rumput dibedakan menjadi dua golongan yaitu
rumput potong dan rumput gembala. Syarat rumput potong adalah produksi per
satuan luas cukup tinggi, tumbuh tinggi secara vertikal, banyak anakan dan
responsif terhadap pemupukan, contohnya adalah Pennisetum purpureum, Panicum
maximum, Euchlaena mexicana, Setaria sphacelata, Panicum coloratum, Sudan
grass. Syarat rumput gembala adalah pendek atau menjalar (stolon), tahan
renggut dan injak, perakarannya kuat dan dalam, serta tahan kekeringan.
Contohnya adalah Brachiaria brizantha, Brachiaria ruziziensis, Brachiaria mutica,
Paspalum dilatatum, Digitaria decumbens, Chloris gayana
1. RUMPUT GAJAH
Rumput gajah merupakan tumbuhan yang
memerlukan hari dengan waktu siang yang pendek, dengan fotoperiode kritis
antara 13-12 jam. Namun kelangsungan hidup serbuk sari sangat kurang sehingga
menjadi penyebab utama dari penentuan biji yang lazimnya buruk. Disamping itu,
kecambahnya lemah dan lambat. Oleh karenanya rumput ini secara umum ditanam dan
diperbanyak secara vegetatif. Bila ditanam pada kondisi yang baik, bibit
vegetatif tumbuh dengan cepat dan dapat mencapai ketinggian sampai 2-3 meter
dalam waktu 2 bulan
Nilai pakan rumput gajah
dipengaruhi oleh perbandingan (rasio) jumlah daun terhadap batang dan umurnya.
Kandungan nitrogen dari hasil panen yang diadakan secara teratur berkisar
antara 2-4% Protein Kasar (CP; Crude Protein) selalu diatas 7% untuk varietas
Taiwan, semakin tua CP semakin menurun).Pada daun muda nilai ketercernaan (TDN)
diperkirakan mencapai 70%, tetapi angka ini menurun cukup drastis pada usia tua
hingga 55%. Batang-batangnya kurang begitu disukai ternak (karena keras)
kecuali yang masih muda dan mengandung cukup banyak air. kandungan
nutrisi rumput gajah berdasar 100 % Bahan Kering (BK) yaitu Protein Kasar (PK)
10,1%; Lemak Kasar (LK) 2,5%; Serat Kasar (SK) 31,2%; Bahan Ekstrak Tanpa
Nitrogen (BETN) 46,1%; TDN 59% dan abu 10,1%.
2. Rumput
Benggala (Panicum
maximum)
Tanaman
ini berumur panjang, tumbuh tegak membentuk rumpun seperti padi. Tinggi bisa
mencapai 0.5-2 meter. Sistem perakarannya dalam dan menyebar luas. Tahan
terhadap musim kering. Tekstur daun halus dan berwarna hijau tua. Umumnya tahan
terhadap lindungan sehingga memungkinkan untuk ditanam di antara pohon-pohon
perkebunan. Dapat tumbuh pada tempat dengan ketinggian sampai 1.950 m dpl dan
curah hujan 1000-2000 mm/tahun. Pembiakan jenis rumput ini bisa dengan biji
atau sobekan rumpun. Kebutuhan biji untuk penanaman berkisar 4-11 kg/ha
tergantung jarak tanam yang digunakan. Beberapa varietas dan kultivar yang
dikenal adalah varietas Trichoglume, cv Sabi, cv Gatton,
cv Hamil, dan lain-lainnya. Rumput benggala dengan
kandungan protein kasar 9,2 – 18,7 %, bahan kering 58,6 – 66,3 %.
3. Rumput Meksiko (Euchlaena
mexicana)
Jenis
rumput ini berasal dari negara Meksiko (Amerika tengah). Bentuk daun tanaman
ini seperti daun jagung, bertekstur halus dengan warna hijau tua. Tanaman ini
termasuk berumur pendek (annual), tumbuh tegak mencapai tinggi sampai 2.5 m.
Tanaman ini bisa tumbuh baik pada tempat yang memiliki tanah berstruktur sedang
atau berat dengan ketinggian sampai 1.200 m dpl dan curah hujan 2.000 m/tahun.
Biasanya tanaman ini diperbanyak dengan sobekan rumpun (pols).
4. Rumput Setaria (Setaria
sphacelata)
Tanaman
ini berumur panjang, tumbuh tegak mencapai tinggi 2 m dan membentuk rumpun.
Daun tanaman ini cukup halus dan berwarna hijau kelabu. Jenis rumput ini dapat
tumbuh baik pada tanah berstruktur ringan, sedang dan berat dengan ketinggian
tempat 200-3.000 m dpl dan curah hujan > 1.000 m dpl. Tanaman ini cukup
responsif terhadap pemupukan N. Biasanya lebih mudah diperbanyak dengan sobekan
rumpun (pols). Rumput setaria yang dipotong pada umur
43 – 56 hari mempunyai kandungan bahan kering, lemak kasar, serat kasar, BETN,
protein kasar, dan abu masing-masing sebesar 20,0%; 2,5%; 31,7%; 45,2%; 9,5%;
dan 2,2 %. Pada kondisi optimum, Setaria memiliki kandungan protein kasar lebih
dari 18 % dan serat kasar 25 %
5. Rumput Pangola (Digitaria
decumbens)
Merupakan
tanaman tahunan yang berkembang dengan stolon membentuk hamparan yang tidak
rapat dengan ketinggian 60-120 cm. Bentuk daun tanaman ini memanjang dan kecil
berwarna hijau cerah serta tekstur yang licin. Disukai oleh ternak dan cukup palatabel.
Berasal dari Afrika Selatan. Jenis rumput ini tidak tahan terhadap
penggembalaan yang berat dan terus menerus. Padang penggembalaan perlu
dipangkas dengan cara dipotong atau dengan penggembalaan ringan 6-8 minggu
setelah penanaman. Dapat tumbuh pada tempat yang memiliki tanah berstruktur
sedang sampai berat yang basah (lembab) dengan ketinggian tempat 200-1.500 m
dpl dan curah hujan 750-1.000 mm/tahun. Dapat dibiakkan dengan pols dan stolon
yang panjangnya 20-30 cm. Kandungan nutrisi dari rumput
pangola adalah BK adalah 18%, abu 11.5% LK 3.3% SK 31.9%, BETN 42.3 %. PK 11.0%
Ca 0.33% P 0.17%.Pangola rumput.
6. Rumput Brachiaria humidicola
Merupakan
rumput penggembalaan yang memiliki daun memanjang dan bertekstur halus dengan
warna hijau agak mengkilap dan kaku. Tumbuh menghampar dan berkembang dengan stolon.
Jenis rumput ini tumbuh baik pada ketinggian 600 m dpl dengan curah hujan 2.500
mm/tahun. Tanaman ini dibiakkan dengan sobekan rumpun (pols) dan bisa
tumbuh baik dengan sentro.
LEGUM
Legum
(Leguminoceae)
Legum termasuk dicotyledoneus dimana embrio mengandung dua daun biji cotyledone . Famili legume dibagi menjadi tiga group sub famili yaitu mimosaceae, tanaman kayu dan herba dengan bunga reguler. Tanaman kayu dan herba dengan ciri khas bunga berbentuk kupu-kupu, kebanyakan tanaman pakan ekonomi penting termasuk dalam group papilionaceae. Legume yang ada mempunyai siklus hidup secara annual, binial atau perennial.
Legum termasuk dicotyledoneus dimana embrio mengandung dua daun biji cotyledone . Famili legume dibagi menjadi tiga group sub famili yaitu mimosaceae, tanaman kayu dan herba dengan bunga reguler. Tanaman kayu dan herba dengan ciri khas bunga berbentuk kupu-kupu, kebanyakan tanaman pakan ekonomi penting termasuk dalam group papilionaceae. Legume yang ada mempunyai siklus hidup secara annual, binial atau perennial.
1. Gamal (Gliricidia sepium)
Tanaman
gamal/cebreng adalah salah satu hijauan sumber protein, sebagai tanaman pagar,
cadangan pada musim kemarau dan penyubur tanah. Tanaman ini memiliki ciri
sebagai tanaman berkayu, bentuk daun majemuk bersirip genap dan helaian daun
berbentuk alips dengan ujung runcing, warna daun hijau keperakan dan bunga
berbentuk kupu-kupu kecil dalam kumpulan dengan warna merah muda, di tengah
bendera dan mahkota bunga berwarna kuning. Tahan terhadap kekeringan dan dapat
tumbuh pada tempat yang memiliki tanah kurang subur dengan ketinggian tempat
0-1.300 m dpl dan curah hujan 650-3.500 mm/tahun. Biasanya diperbanyak dengan
stek batang. Daunnya cukup disukai oleh ternak sebagai sumber protein. Daun
gamal dapat diberikan sebagai pakan ternak dengan kandungan gizi 3-6,4%,
nitrogen 0,31%, P 0,77%, K 15-30%, serat kasar 10%.
Komposisi Nilai Nutrisi Gamal
|
|
Parameter
|
%
|
Protein
Kasar
Lemak
Energi
Kasar kkal / kg
SDN
Lignin
Abu
Ca
P
|
25,17
2,9
19,89
35,0
8,6
8,8
2,7
0,35
|
2.
Lamtoro (Leucaena leucocephala)
Tanaman legum
berkayu yang berumur panjang ini tingginya bisa mencapai 10 m. Berasal dari
Amerika tengah (Meksiko) dan Amerika Selatan. Berakar dalam, daun menyirip
ganda, anak daun ellips agak oval dan kecil. Warna daun hijau tua agak kelabu.
Tumbuh baik pada tanah sedang sampai berat dengan ketinggian tempat 700-1.200 m
dpl dan curah hujan berkisar 700-1.650 mm/tahun. Jenis legum ini bisa dijadikan
sebagai sumber protein bagi ternak. Lamtoro memiliki daun dan ranting yang
disukai ternak, tanaman lamtoro mempunyai daya palatabilitas (tingkat kesukaan)
yang tinggi dan kandungan nilai prtotein kasar (PK) : 38,58%, bahan kering (BK)
: 29,66%, lemak: 3,50%, serat kasar (SK) : 11,96%, BETN: 46,01%, Abu: 7,79%,
Mineral: 7,98%, EM: 19,67 kkal.
Siregal (1996) menyatakan bahwa, hijauan lamtoro memiliki kandungan zat gizi seperti PK: 24,2%, BK: 24,8%, lemak: 3,7%, SK: 21,5%, dan BETN: 43,1%.
Siregal (1996) menyatakan bahwa, hijauan lamtoro memiliki kandungan zat gizi seperti PK: 24,2%, BK: 24,8%, lemak: 3,7%, SK: 21,5%, dan BETN: 43,1%.
Sejenis tanaman semak yang bisa
mencapai tinggi 5-10 m dan tumbuh cepat di daerah tropis yang lembab. Tanaman
ini dapat tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 1.200 m dpl dengan curah
hujan 2.000 mm/tahun. Tanaman ini banyak ditanam di pematang sawah. Jenis legum
ini memiliki bunga berukuran besar dan berwarna putih tapi ada pula yang merah
dan ungu. Daun berukuran bulat kecil dan majemuk. Buahnya berbentuk polong yang
panjang. Merupakan sumber vitamin seperti pro vitamin A, B, C dan E dan sumber
mineral terutama Ca dan P. kandungan zat yg terdapat pada daun turi yaitu:
protein kasar 27.3%, energy kasar 4.825 kkal/kg, SDN 24,4%, abu 7,5%, kalsium
1,5%, P 0,4%
Jenis tanaman yang memiliki umbi
yang cukup disukai oleh ternak. Memiliki daun yang bersekat 5-6 bagian
memanjang berwarna hijau tua kelabu dengan tulang daun yang terlihat jelas.
Batang tanaman ini terdiri dari buku-buku dengan bagian dalam berwarna putih
dan beronggga. Daun dan umbinya sangat disukai oleh kambing dan domba. Daunnya
mengandung sianida yang dalam jumlah banyak bisa menjadi racun bagi ternak.
Untuk mengurangi kadar sianida dalam daun bisa dengan cara melayukan daun
sebelum diberikan kepada ternak. Kalori 121 kal, Air 62,50 gram, Fosfor 40,00
gram, Karbohidrat 34,00 gram, Kalsium 33,00 miligram,Vitamin C 30,00
miligram,Protein 1,20 gram, Besi 0,70 miligram,Lemak 0,30 gram,Vitamin B1 0,01 miligram
5. Jerami
Padi
Jerami padi adalah bagian batang tumbuh yang telah dipanen bulir-bulir buah bersama atau tidak dengan tangkainya dikurangi dengan akar dan bagian batang yang tertinggal. Jerami padi merupakan sumber makanan ruminansia. Menurut Hartadi (1993) jerami padi menghasilkan bahan kering sebanyak 86 %, abu 18,2%, ekstrak eter 1,5%, serat kasar 30,9%,BETN 32,2%, protein kasar 3,2%.
Jerami padi adalah bagian batang tumbuh yang telah dipanen bulir-bulir buah bersama atau tidak dengan tangkainya dikurangi dengan akar dan bagian batang yang tertinggal. Jerami padi merupakan sumber makanan ruminansia. Menurut Hartadi (1993) jerami padi menghasilkan bahan kering sebanyak 86 %, abu 18,2%, ekstrak eter 1,5%, serat kasar 30,9%,BETN 32,2%, protein kasar 3,2%.
6.
Daun
pisang
Daun
pisang banyak dimanfaatkan untuk pembungkusan aneka makanan dan barang-barang
lainnya dan daun pisang yang telah tua dapat dimanfaatkan untuk makanan hijauan
ternak seperti: sapi, kambing, kerbau, kelinci, marmot, dan lain sebagainya
serta daun pisang juga dapat dijadikan kompas untuk memupuk tanaman. Komposisi
kimia daun pisang antara lain energi (TDN) 73,5%, PK 16,6%, dan SK 23,0%,
(Siregar 2003), energi (DE) sebesar 2240 kkal/kg,
Daun pisang adalah salah satu limbah pertanian jumlahnya melimpah, relatif tersedia sepanjang tahun dan mempunyai kandungan nutrien yang dapat dimanfaatkan oleh kelinci. Nutrien daun pisang diantaranya adalah energi (TDN) 73,5 %, PK 16,6 %, SK 23,0 % dan energi (kal) 2240 kkal/ kg (Siregar, 2003).
Daun pisang adalah salah satu limbah pertanian jumlahnya melimpah, relatif tersedia sepanjang tahun dan mempunyai kandungan nutrien yang dapat dimanfaatkan oleh kelinci. Nutrien daun pisang diantaranya adalah energi (TDN) 73,5 %, PK 16,6 %, SK 23,0 % dan energi (kal) 2240 kkal/ kg (Siregar, 2003).
7. Daun waru
Salah
satu jenis pohon legume yang sangat baik untuk diberikan pada ternak ruminansia
adalah daun waru dimana kandungan proteinya cukup baik yakni: 11,8%, sedangkan
kandungan lemak sebesar 4,80% (Soeyanyo 198 1). Selanjutnya menurut hasil
analisa Heyne (1950), yang dikutip oleh Huitema (1986)bahwa, kandungan zat daun
waru terdiri dari protein 11,8%, lemak 4,8%, BETN 52,1%, SK 21,5%,dan BK,
22,7%.
Pohon waru dapat juga dipakai sebagai tanaman pagar dan dapat berfungsi sebagai pelindung tanaman utama, sumber hijauan pakan ternak,penyedian pupuk hijaun untuk kesuburan tanah, mengendapkan lumpur, butiran tanah dan mengikat kemiringan tanah,disamping itu juga untuk pengawetan melalui cara memperlambat erosi .
Pohon waru dapat juga dipakai sebagai tanaman pagar dan dapat berfungsi sebagai pelindung tanaman utama, sumber hijauan pakan ternak,penyedian pupuk hijaun untuk kesuburan tanah, mengendapkan lumpur, butiran tanah dan mengikat kemiringan tanah,disamping itu juga untuk pengawetan melalui cara memperlambat erosi .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar