Jumat, 21 Juni 2013

pengamatan macam-macam pakan hijauan ternak


Tanaman rumput-rumputan
Rumput (Gramineae)
Rumput merupakan hijauan pakan yang memiliki ciri perakaran serabut, bentuk dan dasar sederhana, perakaraan silindris, menyatu dengan batang, lembar daun terbentuk pada pelepah yang muncul pada buku-buku (nodus) dan melingkari batang. Akar utama rumput terbentuk sesudah perkecambahan dan selama pertumbuhan tanaman muda (seedling). Akar sekunder berbentuk padat di bawah permukaan tanah dekat dengan batang dasar.
 Rumput dibedakan menjadi dua golongan yaitu rumput potong dan rumput gembala. Syarat rumput potong adalah produksi per satuan luas cukup tinggi, tumbuh tinggi secara vertikal, banyak anakan dan responsif terhadap pemupukan, contohnya adalah Pennisetum purpureum, Panicum maximum, Euchlaena mexicana, Setaria sphacelata, Panicum coloratum, Sudan grass. Syarat rumput gembala adalah pendek atau menjalar (stolon), tahan renggut dan injak, perakarannya kuat dan dalam, serta tahan kekeringan. Contohnya adalah Brachiaria brizantha, Brachiaria ruziziensis, Brachiaria mutica, Paspalum dilatatum, Digitaria decumbens, Chloris gayana
1.     RUMPUT GAJAH
 Rumput gajah merupakan tumbuhan yang memerlukan hari dengan waktu siang yang pendek, dengan fotoperiode kritis antara 13-12 jam. Namun kelangsungan hidup serbuk sari sangat kurang sehingga menjadi penyebab utama dari penentuan biji yang lazimnya buruk. Disamping itu, kecambahnya lemah dan lambat. Oleh karenanya rumput ini secara umum ditanam dan diperbanyak secara vegetatif. Bila ditanam pada kondisi yang baik, bibit vegetatif tumbuh dengan cepat dan dapat mencapai ketinggian sampai 2-3 meter dalam waktu 2 bulan
Nilai pakan rumput gajah dipengaruhi oleh perbandingan (rasio) jumlah daun terhadap batang dan umurnya. Kandungan nitrogen dari hasil panen yang diadakan secara teratur berkisar antara 2-4% Protein Kasar (CP; Crude Protein) selalu diatas 7% untuk varietas Taiwan, semakin tua CP semakin menurun).Pada daun muda nilai ketercernaan (TDN) diperkirakan mencapai 70%, tetapi angka ini menurun cukup drastis pada usia tua hingga 55%. Batang-batangnya kurang begitu disukai ternak (karena keras) kecuali yang masih muda dan mengandung cukup banyak air. kandungan nutrisi rumput gajah berdasar 100 % Bahan Kering (BK) yaitu Protein Kasar (PK) 10,1%; Lemak Kasar (LK) 2,5%; Serat Kasar (SK) 31,2%; Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN) 46,1%; TDN 59% dan abu 10,1%.

2.     Rumput Benggala (Panicum maximum)
Tanaman ini berumur panjang, tumbuh tegak membentuk rumpun seperti padi. Tinggi bisa mencapai 0.5-2 meter. Sistem perakarannya dalam dan menyebar luas. Tahan terhadap musim kering. Tekstur daun halus dan berwarna hijau tua. Umumnya tahan terhadap lindungan sehingga memungkinkan untuk ditanam di antara pohon-pohon perkebunan. Dapat tumbuh pada tempat dengan ketinggian sampai 1.950 m dpl dan curah hujan 1000-2000 mm/tahun. Pembiakan jenis rumput ini bisa dengan biji atau sobekan rumpun. Kebutuhan biji untuk penanaman berkisar 4-11 kg/ha tergantung jarak tanam yang digunakan. Beberapa varietas dan kultivar yang dikenal adalah varietas Trichoglume, cv Sabi, cv Gatton, cv Hamil, dan lain-lainnya. Rumput benggala dengan kandungan protein kasar 9,2 – 18,7 %, bahan kering 58,6 – 66,3 %.

3.     Rumput Meksiko (Euchlaena mexicana)
Jenis rumput ini berasal dari negara Meksiko (Amerika tengah). Bentuk daun tanaman ini seperti daun jagung, bertekstur halus dengan warna hijau tua. Tanaman ini termasuk berumur pendek (annual), tumbuh tegak mencapai tinggi sampai 2.5 m. Tanaman ini bisa tumbuh baik pada tempat yang memiliki tanah berstruktur sedang atau berat dengan ketinggian sampai 1.200 m dpl dan curah hujan 2.000 m/tahun. Biasanya tanaman ini diperbanyak dengan sobekan rumpun (pols).

4.     Rumput Setaria (Setaria sphacelata)
Tanaman ini berumur panjang, tumbuh tegak mencapai tinggi 2 m dan membentuk rumpun. Daun tanaman ini cukup halus dan berwarna hijau kelabu. Jenis rumput ini dapat tumbuh baik pada tanah berstruktur ringan, sedang dan berat dengan ketinggian tempat 200-3.000 m dpl dan curah hujan > 1.000 m dpl. Tanaman ini cukup responsif terhadap pemupukan N. Biasanya lebih mudah diperbanyak dengan sobekan rumpun (pols). Rumput setaria yang dipotong pada umur 43 – 56 hari mempunyai kandungan bahan kering, lemak kasar, serat kasar, BETN, protein kasar, dan abu masing-masing sebesar 20,0%; 2,5%; 31,7%; 45,2%; 9,5%; dan 2,2 %. Pada kondisi optimum, Setaria memiliki kandungan protein kasar lebih dari 18 % dan serat kasar 25 %

5.     Rumput Pangola (Digitaria decumbens)
Merupakan tanaman tahunan yang berkembang dengan stolon membentuk hamparan yang tidak rapat dengan ketinggian 60-120 cm. Bentuk daun tanaman ini memanjang dan kecil berwarna hijau cerah serta tekstur yang licin. Disukai oleh ternak dan cukup palatabel. Berasal dari Afrika Selatan. Jenis rumput ini tidak tahan terhadap penggembalaan yang berat dan terus menerus. Padang penggembalaan perlu dipangkas dengan cara dipotong atau dengan penggembalaan ringan 6-8 minggu setelah penanaman. Dapat tumbuh pada tempat yang memiliki tanah berstruktur sedang sampai berat yang basah (lembab) dengan ketinggian tempat 200-1.500 m dpl dan curah hujan 750-1.000 mm/tahun. Dapat dibiakkan dengan pols dan stolon yang panjangnya 20-30 cm. Kandungan nutrisi dari rumput pangola adalah BK adalah 18%, abu 11.5% LK 3.3% SK 31.9%, BETN 42.3 %. PK 11.0% Ca 0.33% P 0.17%.Pangola rumput. 

6.     Rumput Brachiaria humidicola
Merupakan rumput penggembalaan yang memiliki daun memanjang dan bertekstur halus dengan warna hijau agak mengkilap dan kaku. Tumbuh menghampar dan berkembang dengan stolon.  Jenis rumput ini tumbuh baik pada ketinggian 600 m dpl dengan curah hujan 2.500 mm/tahun.  Tanaman ini dibiakkan dengan sobekan rumpun (pols) dan bisa tumbuh baik dengan sentro.


LEGUM
Legum (Leguminoceae)
Legum termasuk dicotyledoneus dimana embrio mengandung dua daun biji cotyledone . Famili legume dibagi menjadi tiga group sub famili yaitu mimosaceae, tanaman kayu dan herba dengan bunga reguler. Tanaman kayu dan herba dengan ciri khas bunga berbentuk kupu-kupu, kebanyakan tanaman pakan ekonomi penting termasuk dalam group papilionaceae. Legume yang ada mempunyai siklus hidup secara annual, binial atau perennial.
1.     Gamal (Gliricidia sepium)
Tanaman gamal/cebreng adalah salah satu hijauan sumber protein, sebagai tanaman pagar, cadangan pada musim kemarau dan penyubur tanah.  Tanaman ini memiliki ciri sebagai tanaman berkayu, bentuk daun majemuk bersirip genap dan helaian daun berbentuk alips dengan ujung runcing, warna daun hijau keperakan dan bunga berbentuk kupu-kupu kecil dalam kumpulan dengan warna merah muda, di tengah bendera dan mahkota bunga berwarna kuning. Tahan terhadap kekeringan dan dapat tumbuh pada tempat yang memiliki tanah kurang subur dengan ketinggian tempat 0-1.300 m dpl dan curah hujan 650-3.500 mm/tahun. Biasanya diperbanyak dengan stek batang. Daunnya cukup disukai oleh ternak sebagai sumber protein. Daun gamal dapat diberikan sebagai pakan ternak dengan kandungan gizi 3-6,4%, nitrogen 0,31%, P 0,77%, K 15-30%, serat kasar 10%.
Komposisi Nilai Nutrisi Gamal
Parameter
%
Protein Kasar
Lemak
Energi Kasar kkal / kg
SDN
Lignin
Abu
Ca
P
25,17
2,9
19,89
35,0
8,6
8,8
2,7
0,35


2.     Lamtoro (Leucaena leucocephala)
Tanaman legum berkayu yang berumur panjang ini tingginya bisa mencapai 10 m. Berasal dari Amerika tengah (Meksiko) dan Amerika Selatan. Berakar dalam, daun menyirip ganda, anak daun ellips agak oval dan kecil. Warna daun hijau tua agak kelabu. Tumbuh baik pada tanah sedang sampai berat dengan ketinggian tempat 700-1.200 m dpl dan curah hujan berkisar 700-1.650 mm/tahun. Jenis legum ini bisa dijadikan sebagai sumber protein bagi ternak. Lamtoro memiliki daun dan ranting yang disukai ternak, tanaman lamtoro mempunyai daya palatabilitas (tingkat kesukaan) yang tinggi dan kandungan nilai prtotein kasar (PK) : 38,58%, bahan kering (BK) : 29,66%, lemak: 3,50%, serat kasar (SK) : 11,96%, BETN: 46,01%, Abu: 7,79%, Mineral: 7,98%, EM: 19,67 kkal.
Siregal (1996) menyatakan bahwa, hijauan lamtoro memiliki kandungan zat gizi seperti PK: 24,2%, BK: 24,8%, lemak: 3,7%, SK: 21,5%, dan BETN: 43,1%. 

3.     Turi (Sesbania grandiflora)
Sejenis tanaman semak yang bisa mencapai tinggi 5-10 m dan tumbuh cepat di daerah tropis yang lembab. Tanaman ini dapat tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 1.200 m dpl dengan curah hujan 2.000 mm/tahun. Tanaman ini banyak ditanam di pematang sawah. Jenis legum ini memiliki bunga berukuran besar dan berwarna putih tapi ada pula yang merah dan ungu. Daun berukuran bulat kecil dan majemuk. Buahnya berbentuk polong yang panjang. Merupakan sumber vitamin seperti pro vitamin A, B, C dan E dan sumber mineral terutama Ca dan P. kandungan zat yg terdapat pada daun turi yaitu: protein kasar 27.3%, energy kasar 4.825 kkal/kg, SDN 24,4%, abu 7,5%, kalsium 1,5%, P 0,4%

4.      Ubi Kayu (Manihot esculenta)
Jenis tanaman yang memiliki umbi yang cukup disukai oleh ternak. Memiliki daun yang bersekat 5-6 bagian memanjang berwarna hijau tua kelabu dengan tulang daun yang terlihat jelas. Batang tanaman ini terdiri dari buku-buku dengan bagian dalam berwarna putih dan beronggga. Daun dan umbinya sangat disukai oleh kambing dan domba. Daunnya mengandung sianida yang dalam jumlah banyak bisa menjadi racun bagi ternak. Untuk mengurangi kadar sianida dalam daun bisa dengan cara melayukan daun sebelum diberikan kepada ternak.  Kalori 121 kal, Air 62,50 gram, Fosfor 40,00 gram, Karbohidrat 34,00 gram, Kalsium 33,00 miligram,Vitamin C 30,00 miligram,Protein 1,20 gram, Besi 0,70 miligram,Lemak 0,30 gram,Vitamin B1 0,01 miligram
5.      Jerami Padi
  Jerami padi adalah bagian batang tumbuh yang telah dipanen bulir-bulir buah bersama atau tidak dengan tangkainya dikurangi dengan akar dan bagian batang yang tertinggal. Jerami padi merupakan sumber makanan ruminansia. Menurut Hartadi (1993) jerami padi menghasilkan bahan kering sebanyak 86 %, abu 18,2%, ekstrak eter 1,5%, serat kasar 30,9%,BETN 32,2%, protein kasar 3,2%.

6.     Daun pisang

Daun pisang banyak dimanfaatkan untuk pembungkusan aneka makanan dan barang-barang lainnya dan daun pisang yang telah tua dapat dimanfaatkan untuk makanan hijauan ternak seperti: sapi, kambing, kerbau, kelinci, marmot, dan lain sebagainya serta daun pisang juga dapat dijadikan kompas untuk memupuk tanaman. Komposisi kimia daun pisang antara lain energi (TDN) 73,5%, PK 16,6%, dan SK 23,0%, (Siregar 2003), energi (DE) sebesar 2240 kkal/kg,
Daun pisang adalah salah satu limbah pertanian jumlahnya melimpah, relatif tersedia sepanjang tahun dan mempunyai kandungan nutrien yang dapat dimanfaatkan oleh kelinci. Nutrien daun pisang diantaranya adalah energi (TDN) 73,5 %, PK 16,6 %, SK 23,0 % dan energi (kal) 2240 kkal/ kg (Siregar, 2003).
7.     Daun waru
Salah satu jenis pohon legume yang sangat baik untuk diberikan pada ternak ruminansia adalah daun waru dimana kandungan proteinya cukup baik yakni: 11,8%, sedangkan kandungan lemak sebesar 4,80% (Soeyanyo 198 1). Selanjutnya menurut hasil analisa Heyne (1950), yang dikutip oleh Huitema (1986)bahwa, kandungan zat daun waru terdiri dari protein 11,8%, lemak 4,8%, BETN 52,1%, SK 21,5%,dan BK, 22,7%.
Pohon waru dapat juga dipakai sebagai tanaman pagar dan dapat berfungsi sebagai pelindung tanaman utama, sumber hijauan pakan ternak,penyedian pupuk hijaun untuk kesuburan tanah, mengendapkan lumpur, butiran tanah dan mengikat kemiringan tanah,disamping itu juga untuk pengawetan melalui cara memperlambat erosi .
















Tidak ada komentar:

Posting Komentar