Managemen
Pemeliharaan.
Management
pemeliharaan ayam pedaging terbagi menjadi 2, yaitu : periode stater dan
periode finisher. Periode stater yaitu periode anak ayam dari (umur 0-21 hari),
sedangkan untuk periode finisher yaitu periode anak ayam dari umur 22 sampai
panen, sdh sessuai dengan bobot badan yang diinginkan.
Periode
starter.
Periode
starter ayam pedaging (umur 0-21 hari) merupakan masa pertumbuhan awal bagi
ayam pedaging, untuk beradaptasi dengan lingkungan kandang yang baru. Anak ayam
disebut juga DOC (Day old Chicken), DOC adalah anak ayam umur satu hari.
Penangan awal DOC saat datang di kandang yaitu; kandang dibersihkan
dengan fumigasi, kandang yang dilengkapi dengan pemanas buatan (broooder)
sebagai pengganti induk, pemanas harus dinyalakan terlebih dahulu ± 15 menit
sebelum DOC datang. DOC di keluarkan dari kotak untuk di pindah ke brooder, dan
dikasih minum air dicampur gula dan vitamin, dengan tujuan untuk memulihkan
tenaga yang terbuang pada waktu perjalanan, setelah semua DOC dipastikan minum,
baru di kasih pakan. Target management brooding, yaitu empat jam diusahakan tembolok berisi
makanan. Pemberian pakan sedikit-sedikit
tapi sering (10-12 kali/hari). Penangganan yang di lakukan oleh peternak
sudah sesuai, air gula yang diberikan ke DOC untuk mempercepat suplai energgi
akibat dari perjalanan jauh, sedangkan vitamin dan mineral bertujuan untuk
mengurangi cekaman dan membantu memulihkan kesegaran anak ayam. Ransum
yang diberikan pada dua hari pertama tidak perlu dibatasi, kemudian setelah itu
periode stater 20 gram/ekor/hari.
Pakan
yang diberikan berupa pakan jadi BR 1 super dan bentuk pakan yaitu crumble.
Pakan bentuk crumbel adalah bentuk fisik ransum berupa pecahan, dapat
menghasilkan berat badan lebih besar dibandingkan tepung komplit
Periode
Finisher.
Periode Finisher
adalah periode akhir dimana ayam siap di panen berkisar 5 – 7 minggu,
diharapkan berat badan ayam tidak terlalu berat dan tidak terlalu ringan, ayam
masuk dalam periode finisher yaitu umur 22 hari sampai panen.
Ayam
umur 22 hari sudah tidak menggunakan pemanas, hanya untuk menyiasati suhu
kandang yang dingin pada waktu malam hari atau waktu cuaca dingin maka tirai
samping harus ditutup rapat. Umur 25 hari bobot badan diperkirakan sudah
mencapai 1 kg/ekor, kemudian sekam diturunkan total sampai panen, hal ini
sesuai dengan pendapat, Pemanas sudah tidak diperlukan lagi pada siang hari
karena bulu ayam sudah lebat.
Kepadatan
ayam pada periode finisher adalah 10 ekor/m2, sesuai dengan pengaturan
tingkat kepadatan pada fase finisher ini juga harus diperhatikan, yakni 10
ekor/m.
Data
recording (lampiran 3) menunjukkan angka mortalitas tinggi ketika memasuki
periode finisher, hal ini dikarenakan ayam mengalami stres, akibat
pemanas yang tidak lagi diberikan dan sekam padi sebagai alas sudah di
turunkan, sehingga ayam harus beradaptasi lagi dengan kondisi yang baru. Hal
ini diketahui dari pemeriksaan terhadap ayam yang mati, tidak ada
tanda-tanda ayam sakit, namun di ketahui temboloknya kosong ( ayam tidak mau
makan karena stres). Stres diakibatkan oleh adanya gangguan baik dari
luar maupun dari dalam tubuh ayam. Adanya stres menandakan ayam sedang
beradaptasi terhadap gangguan tersebut. Oleh karena itu, semakin cepat adaptasi
ayam semakin ringan stres yang dialami.
Management Biosecurity.
Management
Biosecurity yang diterapkan dikandang Sholeh meliputi; 1) penyemprotan kandang
dan lingkungan kandang dilakukan 2 kali sehari dengan menggunakan desinfectan
yang di sediakan, 2) pencucian tempat pakan dan minum 2 kali sehari, 3)
untuk pekerja kandang sebelum masuk kandang harus menyemprot seluruh tubuhnya
dengan desinfectan yang sudah disediakan, 4) program dan jadwal vaksin.
Manajemen peternakan unggas harus didasarkan pada prinsip biosekuriti yang
tepat, diantaranya: (1) melakukan kontrol dan pembatasan terhadap kontaminasi
antara unggas, manusia, dan jenis hewan lainnya, (2) melaksanakan program
sanitasi dan desinfeksi dengan melakukan program kebersihan secara rutin untuk
menciptakan lingkungan kandang yang bersih dan bebas dari hama penyakit, dan
(3) melaksanakan program vaksinasi secara tepat dan akurat dalam upaya
pencegahan penyakit dengan pengobatan secara rutin. Management biosecuriti
bertujuan untuk menjaga keamanan dan kesehatan peternak dan ayam sehingga dapat
mencegah penularan penyakit dari ayam ke manusia begitupun sebaliknya.
Penyakit dan Pencegahannya
Pemeliharaan
mulai periode starter sampai periode finisher, ayam pedaging dalam kondisi
sehat dan tidak terkena penyakit, hal ini disebabkan oleh managemen
pemeliharaan ayam pedaging yang diterapkan di kandang yang sudah berjalan
dengan baik sesuai dengan ketentuan. Program pengobatan secara berkala di kandang disesuaikan
dengan jadwal pengobatan
|
|
||||||
|
Umur
|
Pagi
|
Dosis
|
Sore
|
Dosis
|
Keterangan
|
|
|
1
|
Moxycolgrin HC
|
7
|
Vitaminovit
|
10
|
||
|
2
|
Moxycolgrin HC
|
7
|
Vitaminovit
|
10
|
||
|
3
|
Moxycolgrin HC
|
10
|
Vitaminovit
|
15
|
||
|
4
|
Moxycolgrin HC
|
10
|
Vitaminovit
|
15
|
ND1
(tetes + Suntik)
|
|
|
5
|
Moxycolgrin HC
|
10
|
Vitaminovit
|
15
|
||
|
6
|
Air Putih
|
|||||
|
7
|
Air Putih
|
|||||
|
8
|
Capribro
|
10
|
Vitaminovit
|
20
|
||
|
9
|
Capribro
|
10
|
Vitaminovit
|
20
|
||
|
10
|
Capribro
|
10
|
Vitaminovit
|
20
|
||
|
11
|
Air Putih
|
|||||
|
12
|
Air Putih
|
Vaksin
IBD (minum)
|
||||
|
13
|
Capricoli
|
30
|
Capribro
|
15
|
||
|
14
|
Capricoli
|
30
|
Capribro
|
15
|
||
|
15
|
Capricoli
|
30
|
Capribro
|
15
|
||
|
16
|
Air Putih
|
Malakil
|
15
|
|||
|
17
|
Air Putih
|
Malakil
|
15
|
|||
|
18
|
Capribro
|
15
|
Vitaminovit
|
30
|
Vaksin
ND II (minum)
|
|
|
19
|
Capribro
|
15
|
Vitaminovit
|
30
|
||
|
20
|
Capribro
|
15
|
Vitaminovit
|
30
|
||
|
21
|
Air Putih
|
Malakil
|
20
|
|||
|
22
|
Air Putih
|
Malakil
|
20
|
|||
|
23
|
Capribro
|
20
|
Malakil
|
20
|
||
|
24
|
Capribro
|
20
|
||||
|
25
|
Capribro
|
20
|
||||
|
26
|
Air Putih
|
|||||
|
27
|
Air Putih
|
|||||
|
28
|
Air Putih
|
|||||
|
29
|
Air Putih
|
|||||
|
30
|
Air Putih
|
|||||
|
Keterangan
|
||||||
|
1
|
Pemberian
pakan umur 1-14 hari sedikit-sedikit tapi sering
|
|||||
|
2
|
Pemberian vitamin cukup 3-5 jam
habis, obat 2-3 jam habis
|
|||||
|
3
|
Jika cuaca
panas vitamin dosis tinggi diberikan malam/pagi ketika cuaca dingin
|
|||||
|
4
|
Dosis pemberian gula jawa 2%
|
|||||
|
5
|
Saat turun
skam, malamnya diberi air gula & vit. Dosis
tinggi
|
|||||
|
6
|
1 hari
sebelum sampai 1 hari setelah vaksin jangan diberi kaporit
|
|||||
|
7
|
Antistress/Elektrolit/
Vit C diberikan siang hari
|
|||||
Tidak ada komentar:
Posting Komentar