LAPORAN
Kunjungan
Ke Pasar Hewan
GLENMORE
Oleh
:
ANITA
FIBRIYANTI
Produksi
Ternak
C31121038
BAB I
PENDAHULUAN
1.
LATAR BELAKANG
Ternak merupakan unsur yang
penting dalam menghasilkan SDM yang berkualitas, karena pangan selain arti
biologis juga mempunyai arti ekonomis. Implikasinya adalah bahwa penyediaan
distribusi dan konsumsi pangan dengan jumlah, keadaan dan mutu gizi harus
benar-benar terjamin sehingga dapat memenuhi kebutuhan seluruh lapisan
masyarakat sesuai dengan pola makan dan tercapainya kondisi hidup yang sehat,sehingga
kebutuhan protein hewani sangat di perlukan oleh manusia.
Jurusan Produksi Ternak Politehnik
Negeri Jember merupakan Institusi Pendidikan yang berada dibawah Departemen Peternakan
Republik Indonesia, yang bertujuan untuk menghasilkan tenaga Ahli dalam bidang
peternakan yang Profesional pada bidangnya, dalam kurikulum pendidikan pada
jurusan Produksi Ternak, mahasisiwa diwajibkan mengambil mata kuliah Ilmu Tilik
Ternak semester 1 melalui mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu mengetahui
cara penentuan mutu dari hewan ternak.
2. TUJUAN
bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui
perbedaan antara kualitas sapi yang satu dengan sapi yang lain. mengetahui
kondisi fisiologi ternak dan lingkungan, judging.
3.PESERTA
Kegiatan kunjungan ini diikuti
oleh 57 orang mahasiswa, 3 orang staf pengajar, 2 orng teknisi jurusan Produksi
ternak.
4. WAKTU DAN LOKASI
Waktu dan lokasi kunjungan adalah: Pasar hewan
Glenmore pada hari jum’at tanggal 11 Januari 2013.
5. KEGIATAN
Untuk pencapaian tujuan tersebut maka dilakukan
kegiatan:
1)
Wawancara dengan peternak
2)
Peninjauan
Lapangan
3)
Diskusi Hasil wawancara
4)
Pembuatan
Laporan Kunjungan
BAB
II
HASIL
DAN PEMBAHASAN
·
Kegiatan
dengan Juru Taksir
a. Nama
: SUPANGAT
b. Umur
: 53 tahun
c. Pengalaman
kerja: 19 tahun menjadi juru taksir atau blantik sapi
d. Jumlah
Aanak Buah : 4 Orang
e. Kapasitas
(ekor) : 10 ekor
f. Jenis
ternak : sapi
g. Transaksi
hari ini : 12 Ekor Sapi
h. Bagian
tebuh yang menjadi standart penilaian :
1) Kepala
2) Punggung
3) Pinggang
4) Pinggul
panjang dan lebar
5) Kaki
dan kuku
|
Jenis ternak |
Bangsa ternak |
Perkiraan berat hidup (kg) |
Perkiraan berat karkas (kg) |
Perkiraan berat daging (kg) |
Harga beli ke peternak |
Harga jual kepembeli |
|
Sapi
|
limousin
|
450 kg
|
|
300 kg
|
13,5 jt
|
15 jt
|
|
|
limousin
|
350 kg
|
145 kg
|
265 kg
|
8,5 jt
|
12,5 jt
|
|
|
simental
|
425 kg
|
|
215 kg
|
12 jt
|
14 jt
|
PEMBAHASAN
Judging adalah penilaian tingkatan ternak dengan beberapa karakteristik
penting untuk tujuan tertentu secara subjektif. Judging terdiri atas tiga
langkah yaitu, penilaian melalui kecermatan pandangan (visual), penilaian
melalui kecermatan perabaan (palpasi), dan penilaian melalui pengukuran tubuh.
Ternak yang sehat dapat dipilih dengan melakukan penilaian melalui
pandangan dari samping, belakang, dan depan ternak tersebut. Untuk mengetahui
ternak dalam kondisi sehat, perlu diketahui karakteristik ternak yang sehat.
Karakteristik tersebut meliputi, keadaan mata dan kulitnya normal,
pergerakannya tidak kaku, tingkah laku dan nafsu makan normal, pengeluaran
kotoran (feces) dan urine tidak sulit, tidak ada gangguan dalam berjalan dan
berdiri, serta memiliki respirasi dan sirkulasi darah yang normal.
Selanjutnya, penilaian dapat dilakukan dengan pengamatan tulang-tulang
rusuk (ribs) untuk memilih ternak yang gemuk. Ternak kurus tidak selalu dalam
keadaan sakit, tetapi ternak yang gemuk menandakan produksi daging yang optimal.
Pada hewan sapi, terdapat 13 tulang rusuk. Semakin sedikit tulang rusuk yang
membayang di balik kulit, ternak tersebut semakin gemuk. Hal ini terjadi karena
tulang rusuk tertutup oleh perdagingan dan lemak.
Kegemukan ternak (hewan ternak ruminansia) dapat diketahui dengan meraba perkembangan otot di antara tulang processus spinosus (tulang belakang) dan processus transversus (tulang rusuk rudimenter). Pada ternak yang gemuk, processus transversus tidakdapat teraba oleh tangan dan terasa sekali perlemakan yang tebal di balik kulit.
Kegemukan ternak (hewan ternak ruminansia) dapat diketahui dengan meraba perkembangan otot di antara tulang processus spinosus (tulang belakang) dan processus transversus (tulang rusuk rudimenter). Pada ternak yang gemuk, processus transversus tidakdapat teraba oleh tangan dan terasa sekali perlemakan yang tebal di balik kulit.
Pada dasarnya para juru
taksir (blantik) memiliki kemampuan judjing ternak yang sangat baik, hal tsb
tidak meraka peroleh dari pendidikan formal atau sebagainya, melainkan dari
pengalaman mereka dalam dunia ternak. Atau bisa di katakana secara otodidak.
Mereka dapat menilai
kualitas ternah hanya dengan melihat atau memegang ternak tersb, tidak jarang
pula ada juru taksir yg mengulur ulur atau mencubit ternak sebagai proses
judging itu sendiri.
BAB
III
KESIMPULAN
- A. Kesimpulan
Dari hasil
dan pembahasan yang telah disampaikan di atas dapat dimpulan yaitu:
Pasar
hewan Glenmore mempunyai letak yang sangat strategis dan mudah dijangkau oleh
masyarakat untuk menjual hasil ternaknya. Hasil ternak yang baik dapat di amati
dengan cara hewan ternak tidak cacat,tidak sakit,produksi karkas tinggi. Dalam
prakteknya bentuk tubuh,dan ukuran tubuh biasanya diamati dengan cara
subjektif(kasat mata), sedangkan untuk berat badan biasanya diamati secara
objektif atau menggunakan timbangan, bisaasanya juga pedagang mengira-ngira
bobot badan ternaknya.
sip (y)
BalasHapussabar ea :'(
BalasHapusbagus..
BalasHapus