Uji
Molich
·
Tabung reaksi pertama berisi Glukosa
(0,02m) 1Ml
·
Tabung reaksi kedua berisi Selulosa
(0,01m) 1Ml
·
Tabung reaksi ketiga berisi Fruktosa
(0,01m)
Cara
kerja:
Tabung 1,2,3,4 ditambahkan dua tetes larutan Naptol
5%, kemudian ditambahkan 3ml H2SO4 (p) secara perlaahan dan hati-hati.
·
Amati timbulnya perubahan warna pada 2
lapisan tersebut.!
Hasil Pengamatan:
1. Glukosa
0,02m + Natrol 5% + H2SO4
Larutan dibawah bening dan larutan terdapat larutan
hitam keunguan yang mengapung.
Lapisan dasar berwarna bening, ditengah lapisan
berwarna hitam, dan terdapat warna keungu unguan pada lapisan teratas.
2. Selulosa
0,01m + Nafrol 5% + H2SO4
Terdapat larutan bening keunguan yang mengapung.
3. Pati
0,07 +Naffol 5% + H2SO4
Hasil yang didapat hamper sama dengan larutan yang
pertama, hanya saja warna hitam keungu unguan lebih banyak.
UJI
SILIWAL
·
Tabung yang pertama berisi Glukosa
(0,01) 2ml
·
Tabung kedua berisi Fraktusa (0,01) 2ml
cara kerja:
tabung pertama dan
kedua ditambah 2ml HCl5N Homogen dinginkan 30 menit
0,5 ml resasul 5%
·
Amati apa yang terjadi.!
Hasil Pengamatan:
a. Tabung
1:
Glukosa + Hcl5N + Resorsinal 0,5%
Larutan ini tidak mengalami perubahan warna apapun.
b. Tabung
2:
Fraktusa + Hcl5N + Resorsional 0,5%
Pada larutan ini mengalami perubahan warna awal dari
putih menjadi merah muda, perubahan
warna ini terjadi saat penyampuran dan penambahan zat.
UJI
BIAL
·
Tabung I berisi Pentosa A 2m + 5ml Px
Bial
·
Tabung II berisi Pentosa B 2m + 5ml Px
Bial
Kocok larutan daan amati perubahan warnanya:
Hasil Pengamatan:
a. Pentosa
A 2ml + 5ml Px Bial
Berwarna biru + coklat terdapat endapan berwarna
merah.
b. Pentisa
B 2ml + Px Bial
Berwarna biru +
coklat terdapat endapan berwarna biru.
Dari hasil uji pada tabung I yang telah dipanaskan
menggunakan water bath selama 10 menit mengalami perubahan warna merah
kecoklatan , sedangkna pada tabung II dengan proses yang sama mengalami
perubahan warna yang sama dengan tabung I hanya saja pada tabung II tetpi pada
bagian dasar tabung terdapat endapan berwarna merah tua, biru dan merah
kecoklatan yang berupa pasir.
UJI
ANITRON
Cara kerja:
·
Tabung I dan II ditambahkan 2ml antron
·
Tabung I dan III ditambahkan 0,2ml H2SO4
dan 5ml Sarida 0,01
·
Tabung II hanya ditambah H2SO4 saja.
Amati perubahan warnanya:
a. Tabung
I: berubah warna menjadi kuning dan terdapat endapan.
b. Tabung
II: Beubah waarna menjadi kuning
c. Tabung
III: Putih bening
TUGAS!
1. Pada
UJi Seliwanuf dan Uji Bial diperlukan panas untuk mengetahui warna, sedangkan
pada uji Malish dan Uji Antron tidak dilakukan. Mengapa demikian? Jelaskan!
2. Jelaskn
prinsip prinsip dasar yng terjadi pembeda dari keempat pengujian yang
dilakukan.!
Jawab
:
1.
Pada uji siliwanuf dan uji bial
diperlukan panas karena untuk mengetahui perubahan warna, pada uji siliwanuf Merupakan uji spesifik untuk
karbohidrat yang mengandung gugus keton atau disebut juga ketosa. Jika
dipanaskan karbohidrat yang mengandung gugus keton akan menghasikan warna merah
pada larutannya. Pada uji bial untuk menguji adanya gula pentose.
Pemanasan pentose dengan HCl pekat akan menghasilkan furfural yang
berkondensasi dengan orcinol dan ion feri. Hasil pemanasan akan menghasilkan
warna biru hijau yang menunjukkan adanya gula pentosa. Untuk uji malish Uji molish merupakan uji yang paling
umum untuk pengetasan adanya karbohidrat dan senyawa organic lainnya. Pada uji
ini asam sulfat pekat berfungsi untuk menghidrolisis ikatan glikosidik, menghasilkan
monosakarida yang akan didehidrasi menjadi furfural dan turunannya. Furfural
mengalami sulfonasi dengan alpha naftol yang akan mengahsilkan cincin warna
ungu kompleks (merah-ungu), yang menunjukkan adanya karbohidrat.
2.
Prinsip
dasar dari keempat penguji yang dilakukan yaitu untuk uji siliwanuf dan uji
bial di perlukan pemanasan untuk mengetahui perubahan pada zat tersebut,
sedangkan untuk uji molish dan uji antron tidak diperlukan pemanasan cumin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar