Jumat, 21 Juni 2013

pengamatan macam-macam bahan pakan kering ternak



1.      ONGGOK

Onggok merupakan hasil samping dari pembuatan tapioka ubikayu. Karena kandungan proteinnya rendah (kurang dari 5%), limbah tersebut belum dimanfaatkan orang. Namun dengan teknik fermentasi, kandungan proteinnya dapat ditingkatkan. Sehingga onggokyang terfermentasi, dapat digunakan sebagai bahan baku pakan unggas. Ketersediaan onggok terus meningkat sejalan dengan meningkatnya produksi tapioka.Hal ini diindikasikan dengan semakin meluasnya areal penanaman dan produksi ubikayu. Salah satu teknologi altematif untuk dapat memanfaatkan onggok sebagai bahan baku pakan ternak adalah dengan cara mengubahnya menjadi produk yang berkualitas, yaitu melalui proses fermentasi
            Karakteristik Onggok
·         Warna              : putih tulang
·         Bau                  :
·         Tekstur            :halus agak kasar
·         Sebaga sumber energi
 
2.      KULIT KOPI

Salah satu kendala pemanfaatan kulit kopi sebagai pakan ternak adalah kandungan serat kasarnya yang tinggi (33,14%) sehingga tingkat kecernaannya sangat rendah. Tingkat kecernaan kulit kopi bisa dinaikkan dengan proses amoniasi yang juga dapat mendongkrak kadar protein dan menghilangkan aflatoksin. Hasil uji laboratorium Santori menunjukkan, limbah kopi mengandung 45% serat dan cocok menjadi bahan baku pakan ternak. Limbah kulit kopi menyimpan pula protein kasar 10,4% atau setara bekatul. Sedangkan kandungan energi metabolisnya 3.356 kkal per kg.
            Karakteristik kulit kopi
·         Warna              :coklat tua
·         Bau                  :kopi
·         Tekstur            :kasar
·         Sebagai sumber

3.      BUNGKIL KELAPA SAWIT

Bungkil kelapa sawit merupakan hasil ikutan pada proses pemisahan minyak inti sawit yang diperoleh secara kimiawi (ekstraksi) atau dengan proses fisik (expeller). (BIS) mengandung kadar protein yang cukup tinggi yaitu sekitar 15,73-17,19% (Chong et al., 1998).
            Karakteristik bungkil kelapa sawit
·         Warna              :coklat tanah
·         Bau                  :
·         Tekstur            :kasar berbutir
·         Sebagai sumber protein nabati

4.      BIJI JAGUNG

Jagung merupakan tanaman semusim dengan siklus hidup 80-150 hari. Pada umumnya tinggi tanaman jagung mencapai 1-3m bahkan ada yang mencapai 6m. jagung meerupakan energi utama bagi ternak karena kandungan pati jagung lebih dari 60-80% dan mudah dicerna karena  kandungan serat kasar relatif rendah. Pati jagung berbentuk amilosa amilopektin. Jagung mengandung xantofil yang berguna untuk meningkatkan kepekatan warna kuning pada kaki ayam dan kuning telur. Kandungan lemak jagung lebih tinggi 3% disbanding sorgum, gandum, gaplek dan beras. Protein pada jagung hanya 8,5%.
-           Kalori                     : 355 kal
-         Protein                   : 9,2 gr
-         Lemak                    : 3.9 gr
-         Karbohidrat            : 73,7 gr
-         Kalsium                  : 10 mg
-         Posfor                    : 256 mg
-         Besi                        : 2,4 mg
-         Vitamin A               : 510 SI
-         Vitamin B1             : 0,38 mg
-         Air                         : 12 gr
            Karakteristik biji jagung
·         Warna              :orange
·         Bau                  :jagung
·         Tekstur            :butiran
·         Sebagai sumber energy

5.      BEKATUL

Dedak padi berasal dari sisa penggelingan padi. Komposisi kimia dari dedak padi adalah sebagai berikut :
-         Air                         : 10%              – serat kasar                : 10%
-         protein kasar          : 7,5%              – lemak                         : 2,25%
-         abu                         : 7,5%
Dalam ransum dedak digunakan sebesar 15% pada ayam petelur, pada fase starter digunakan sebanyak 20%, untuk ayam broiler 5-20%. Maksimal pemberian dedak pada ransum adalah sebesar 20 % karena dedak padi bersifat pencahar.
            Karakteristik
·         Warna              :coklat
·         Bau                  :apek
·         Tekstur            :halus
·         Sebagai sumber energy

6.      TEPUNG IKAN

Tepung ikan adalah sumber protein yang sangat baik untuk unggas, karena mengandung asam-asam amino essensial yang cukup untuk kebutuhan ayam dan sumber dari lisin dan metionin, tepung ikan yang tidak rusak karena pengolahan mengandung energi metabolis yang cukup tinggi dibanding dengan bahan-bahan makanan lainnya yang digunakan  dalam ransum unggas (Wahyu, 1992). Penggunaan dalam komposisi pakan ternak unggas mencapai 15%-20% (Murtidjo, 1991). Susunan zat-zat makanan dapat diperhitungkan sebagai berikut: 12% air; 53,3% protein; 4,3% BETN; 1% serat kasar; 8,4% lemak; 20,9 % abu, kadar protein dapat dicerna 43,2% dan martabat patinya 61% (Soetisno, 1979).

Karakteristik
·         Bau                  :amis
·         Warna              :coklat tua
·         Tekstur            :kasar
·         Sebagai sumber protein hewani
 
7.      TEPUNG JAGUNG

Tepung Jagung Kuning adalah bahan makanan yang biasa dikonsumsi oleh manusia tetapi juga bisa buat pakan ternak, Tepung Jagung Kuning mengandung energi sebesar 355 kilokalori, protein 9,2 gram, karbohidrat 73,7 gram, lemak 3,9 gram, kalsium 10 miligram, fosfor 256 miligram, dan zat besi 2 miligram.  Selain itu di dalam Tepung Jagung Kuning juga terkandung vitamin A sebanyak 510 IU, vitamin B1 0,38 miligram dan vitamin C 0 miligram.  Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Tepung Jagung Kuning, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 100 %.
            Karakteristik
·         Warna              :kuning pucat
·         Bau                  :jagung
·         Tekstur            :kasar
·         Sebagai sumber energy

8.      BUNGKIL KEDELAI

Bungkil kedelai merupakan limbah dari industri minyak biji kedelai. Bulk density bungkil kedelai yang baik adalah 594,1-610,2 g/l. Kandungan protein bungkil kedele yang diperoleh secara mekanik adalah 41% dan mempunyai kandungan lemak 4,8%. Sedangkan yang diperoleh dengan pelarutan mempunyai kandungan lemak sebesar 1,32%. Bungkil kedelai agak rendah mengandung kalsium (0,27%). Kandungan phospor lebih rendah dibandingkan dengan bungkil biji kapas yaitu rata-rata 0,63%. Seperti biji kedelai, bungkil kedelai tidak menyediakan karoten dan vitamin D. Bungkil kedelai tidak kaya riboflavin tetapi kandungannya lebih tinggi dibandingkan dengan jagung dan butiran lainnya. Kandungan niacin tidak tinggi, kandungan thiamin bungkil kedelai sama dengan butiran lainnya.
            Karakteristik
·         Warna              :coklat muda
·         Bau                  :
·         Tekstur            :kasar
·         Sebagai sumber protein nabati
 
9.      TEPUNG BATU

Grift merupakan campuran dari berbagai bahan yang terbilang keras, seperti batu granit, batu kali, kapur, kulit kerang, dan sebagainya. Semua bahan ini diremukkan dengan cara tertentu sehingga masih bisa dicerna oleh ayam. Fungsi dalam penyusunan dalam ransum sebenarnya lebih kepada membantu pencernaan saja. Selain diberikan sebagai bahan penyusun ransum, grift juga bisa diberikan secara tersendiri.
            Karakteristik
·         Bau                  :kapur
·         Warna              :putih tulang
·         Tekstur            :halus
·         Sebagai sumber mineral
 
10.  GRANTEK

merupakan hasil ikutan beras yang telah mengalami proses (Murtidjo, 1991). Dedak merupakan limbah dalam proses pengolahan gabah menjadi beras yang mengandung “bagian luar” beras yang tidak terbawa, tetapi bercampur pula dengan bagian penutup beras itu. Hal inilah yang mempengaruhi tinggi atau rendahnya kandungan serat kasar dedak. Berdasarkan mutu dedak padi, dapat dibagi dalam tiga kelas yaitu dedak kasar, dedak lunteh (halus) dan bekatul (Anggorodi, 1994).
Kandungan nutrisi dedak adalah PK 12%, lemak 13%, serat kasar 12%, abu 10,1%, 41,9% BETN (Hartadi, 1993). Dedak kasar ini sebenarnya terdiri atas pecahan-pecahan kulit gabah yang masih tercampur dengan sedikit bahan yang berasal dari berasnya sendiridan berwarna kuning cerah.  Dedak kasar yang sungguh-sungguh kering mengandung rata-rata 10,6% air; 4,1% protein; 32,4% BETN; 35,3% serat kasar; 1,6% lemak; 16% abu, kadar protein dapat dicerna 2,8% dan martabat patinya 19% (Soetisno, 1979).

Karakteristik
·         Bau                  :apek
·         Warna              :coklat agak putih
·         Tekstur            :kasar
·         Sebagai sumber energy
 
11.  TETES TEBU

Tetes adalah bahan pakan yang tergolong dalam kelas sumber energi. Tetes berbentuk cair, berwarna hitam, bau seperti kecap, rasa manis dan memiliki zat antinutrisi berupa mimosin. Penggunan dalam penyusunan pakan ternak terbatas sekitar 5% dari komposisi pakan. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Rasyaf (1994) yang menyatakan bahwa bila terlalu banyak pemakaiannnya akan menyebabkan feses (kotoran) ternak ungaas menjadi basah. Kadar protein indeks rendah, tapi cukup potensial sebagai sumber energi.
            Karakteris
·         Bau                  :kecut
·         Warna              :coklat kehitaman
·         Tekstur            :cair
·         Sebagai sumber energy
   
12.  GARAM

Garam digunakan sebagai sumber Na dan Cl. Penggunaanya dalam pakan maksimal 0,25%. Jika kelebihan dapat mengakibatkan proses ekskresi atau pengeluaran feses meningkat (Yaman, 2010).

Karakteristik
·         Bau                  :amis
·         Warna              :putih
·         Tekstur            :kasar
·         Sebagai sumber mineral
 
13.  KULIT IDAMAME

Limbah tanaman kedelai dan kulit kedelai inilah yang dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak. Kulit kedelai edamame selain mengandung protein kasar yang cukup baik yaitu 11%, sehingga masih memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi bahan olahan yang dapat digunakan untuk bahan pakan ternak. Namun adanya kandungan serat kasar yang tinggi di dalam kulit kedelai edamame ini akan menghambat produksi pada puyuh petelur mengingat bahwa puyuh merupakan ternak unggas yang memiliki system pencernaan monogastrik (lambung tunggal). Oleh sebab itu perlu dilakukannya penurunan kandungan serat kasar dengan cara fermentasi menggunakan Aspergillus Niger.
            Karakteristik
·         Warna              :coklat
·         Bau                  :apek
·         Tekstur            :kasar
·         Sebaga sember energy
14.  BIOMIX MINERAL

adalah supplemen vitamin, mineral, asam amino dan antibiotik atau pengobatan dari keempatnya. Penggunaan topmix mutlak diperlukan jika kandungan nutrisi tersebut dalam pakan tidak lengkap atau tidak mencukupi. Hal tersebut sesuai denagn pendapat Tillman et al (1991) bahwa topmix mengandung komposisi vitamin asm amino, mineral dan pemicu pertumbuhan.


1 komentar: